Buletin Online

Bismillahirrohmaanirrohiim
Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh
Selamat datang di Buletin Online OSICMA

Insyaa Alloh, pada bulan November 2018, Buletin Online OSICMA sudah mulai terbit dan bisa diakses melalui Official Website SMAIT ICM Gunung Geulis Boarding School. Besar harapan kami semoga dengan diterbitkannya Buletin Online OSICMA ini dapat menjadi sarana komunikasi sekaligus pelepas rindu, khususnya bagi para orangtua yang putra-putri tercintanya tengah belajar dan mununtut ilmu di SMAIT ICM Gunung Geulis Boarding School.

Rencananya buletin ini akan kami terbitkan di setiap bulannya pada minggu pertama, yang konten serta isi beritanya melingkupi segala aktivitas PBM (proses belajar mengajar), ektra kulikuler, serta kegitan-kegiatan lainnya yang melibatkan seluruh anggota keluarga di kampus kita tercinta, SMAIT ICM Gunung Geulis Boarding School.

Tak lupa kami selaku pengurus Buletin OSICMA juga memohon do’a, saran, serta partisipasinya dari seluruh anggota keluarga besar SMAIT ICM Gugel, agar Buletin Online OSICMA ini bisa terbit secara terus menerus sehingga akan senantiasa membawa manfaat sekaligus menjadi wasilah dalam mempererat jalinan mawaddah fil qurbah diantara kita semua.

Terima kasih dan selamat membaca

Barokalloh fikum

Wassalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh

Muhammad Rizki

Ulasan Buku Panduan Calon Orang tua dan Siswa/i

Assalamualaikum, Wr. Wb

Yang terhormat Orang tua calon Siswa/I SMAIT ICM Gunung Geulis, Bogor

Selamat datang di keluarga besar SMAIT Insan Cendekia Madani Gunung Geulis, Bogor, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kasih sayang dan karunia-Nya kepada kita semua, amin.

Kami  sangat  senang  atas  kunjungan  Bapak  dan  Ibu  ke  website  resmi sekolah kami dalam rangka mencari sekolah terbaik untuk putra/I nya melanjutkan studi. Seluruh guru dan staf akan berusaha memberikan pendidikan yang terbaik untuk putra/putri Bapak dan Ibu. Kami menciptakan suasana  SMAIT Insan  Cendekia  Madani  Gunung  Geulis,  Bogor  seperti rumah atau keluarga bagi anak-anak kami sehingga anak-anak merasa aman, nyaman dan senang berada di sekolah ini. Kami berusaha melaksanakan tugas yang diamanahkan untuk menjaga dan memberikan pengalaman pendidikan yang terbaik dalam konsep boarding  school (sekolah   berasrama).  Semoga buku panduan ini dapat memberikan beberapa informasi penting kepada Bapak dan Ibu terkait kegiatan sekolah.

Kami sangat terbuka terhadap pertanyaan dari Bapak dan Ibu. Dan semoga SMAIT ICM Gunung Geulis menjadi pilihan Ananda, Bapak dan Ibu. Kami sangat senang jika Bapak dan Ibu dapat menyebarkan infomasi mengenai keberadaan dan kelebihan dari sekolah ini. Atas segala perhatian dan kerjasama dari Bapak dan Ibu, Kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum, Wr. Wb

Bogor,         Agustus  2018

Direktur Pendidikan                                               Kepala Sekolah

Kartika Kharismawaty, M.Pd                            Amru Asykari, S.Pd

VISI DAN MISI SMAIT INSAN CENDEKIA MADANI GUNUNG GEULIS, BOGOR

VISI

Menjadi sekolah terdepan yang mengembangkan potensi fitrah insani untuk menghasilkan pemimpin berkarakter Islami sebagai perwujudan Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamiin.

MISI

  1. Membentuk siswa berkarakter pemimpin Islami dan memberikan manfaat untuk orang lain serta lingkungannya.
  2. Membentuk siswa yang mampu membaca, menghafal, memahami, beribadah dan berakhlaq sesuai Al Qur’an dan Assunnah.
  3. Membentuk siswa  yang   mampu  mengembangkan   dan memanfaatkan potensi fitrah insaninya.
  4. Menyelenggarakan sekolah berstandar global yang mampu membentuk siswa berpikir ilmiah, kreatif, inovatif dan problem solving.
  5. Menjadikan civitas academica sebagai perwujudan (role-model) dari Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamiin.

PROGRAM SMAIT INSAN CENDEKIA MADANI GUNUNG GEULIS, BOGOR

1. 6 (Enam) Values

Selama mengikuti pendidikan di sekolah kami, untuk menunjang visi dan misi sekolah maka siswa/i akan dibekali nilai-nilai yang diharapkan mampu terinternalisasi dikehidupan sehari-hari mereka yaitu;

  1. Bertaqwa
  2. Disiplin
  3. Jujur
  4. Optimis
  5. Tanggung jawab
  6. Peduli

 

2. Prinsip-Prinsip Pendidikan

  • Perkembangan kemampuan anak terbangun secara alamiah sesuai dengan tingkat perkembangan individu dan kecepatan yang berbeda antara satu anak dengan anak lainnya.
  • Perkembangan  kemampuan  pada   anak   beragam  baik   secara kognitif, afektif maupun psikomotorik.
  • Perkembangan dan pembelajaran muncul dan dipengaruhi oleh nilai sosial dan budaya yang beragam.
  • Anak akan berkembang dan belajar paling baik bila berada dalam lingkungan yang dapat memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis mereka terpenuhi.
  • Orang dewasa adalah model bagi anak-anak.
  • Kerjasama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan adalah kunci sukses pendidikan.
  • Senantiasa terbuka bagi hal-hal yang menunjang pendidikan anak secara optimal.

 

3. Kurikulum

Untuk  menunjang  pendidikan  yang  diberikan  kepada  siswa/i,  Sekolah kami dibekali oleh dua kurikulum utama yaitu kurikulum nasional dan kurikulum keasramaan (boarding) yang berkolaborasi dengan JSIT.

Program  sekolah  kami  memusatkan  perhatian  kepada  peningkatan sistem belajar yang berkualitas tinggi yang mampu merangsang keterlibatan dan keaktifan siswa dalam belajar tentang kehidupan yang nyata sehingga akan semakin meningkatkan kualitas hidupnya.

Untuk terciptanya sistem belajar yang berkualitas, maka program kurikulum SMAIT Insan Cendekia Madani Gunung Geulis, Bogor dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran secara Integrated learning (pembelajaran terpadu) yang memiliki karakteristik sebagai berikut;

  • Didasari oleh nilai-nilai ajaran Islam yang tertera dalam Al-Qur’an dan Assunnah.
  • Terintegrasi,  semua  ilmu  pengetahuan  (knowledge)  baik  yang diampu disekolah maupun diasrama akan diberikan kepada siswa/i dalam bentuk projek-projek kerja yang disiapkan oleh guru sesuai dengan tema yang telah direncanakan dan sesuai kebutuhan anak.
  • Student Centered, pembelajaran terpadu merupakan pembelajaran yang berpusat pada anak karena pada dasarnya memberikan keleluasaan pada siswa baik secara individu maupu kelompok. Siswa dapat aktif mencari, menggali dan menemukan konsep bahkan prinsip yang harus dikuasainya sesuai perkembangannya.
  • Empiris, siswa akan belajar melalui fakta dan peristiwa yang mereka alami secara langsung dengan observasi dan percobaan bukan sekedar informasi dari guru. Guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator yang membimbing untuk tujuan pembelajaran yang dicapai, sehingga pengalaman belajar lebih bermakna untuk masa depan mereka.

 

Melalui  pendekatan-pendekatan  pembelajaran  yang  dilaksanakan  dalam program ini, diharapkan siswa dapat;

  1. Menjadi  pemimpin  Islami  yang  bermanfaat  untuk  lingkungannya kelak
  2. Mampu  memaknai nilai-nilai  ajaran Islam yang  tertera  dalam  Al-Qur’an dan As Sunnah dan hubungannya dengan kehidupan mereka.
  3. Mampu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.
  4. Memiliki pemikiran ilmiah , kreatif, inovatif dan mampu memecahkan masalah.
  5. Memperoleh   pengalaman   belajar   yang   bermakna   bagi   masa depannya.

Program terbagi kedalam kegiatan keasramaan, kurikulum dan kesiswaan seperti dibawah ini;

A. Keasramaan

  • Islamic Character
  • Tahsin dan Tahfidz
  • Takhassus
  • Student Personal Development (SPD)

B. Kurikulum

  • Kegiatan dan Evaluasi Pembelajaran
  • Student Personal Development (SPD)
  • Language and Literacy Programme
  • Fieldtrip dan Career Day
  • Goes To Campus, Edu Fair

 

C. Kesiswaan

  • Leadership Programme
  • Ekstrakurikuler
  • Student Personal Development (SPD)
  • Wisuda Tahfidz dan Sekolah

 

4. Peraturan Sekolah untuk Orang Tua

Untuk menunjang pendidikan yang ada disekolah SMAIT Insan Cendekia Madani Gunung Geulis, Bogor, maka orang tua siswa bersedia;

  1. Memahami  dan  menyetujui  program  pendidikan  di  SMAIT  Insan Cendekia Madani Gunung Geulis, Bogor.
  2. Mengikuti program Sekolah Orang Tua (SOT) yang diadakan pada setiap pembagian rapor dan mengisi lembar mutaba’ah pada BMS.
  3. Bekerjasama baik dengan pihak sekolah dan mematuhi peraturan.
  4. Memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditentukan.
  5. Orang tua tidak diizinkan datang ke SMAIT Insan Cendekia Madani Gunung Geulis, Bogor di Hari Senin-Sabtu (kecuali sudah mendapatkan izin dari kepala sekolah).

 

5. Peraturan Sekolah untuk Siswa

Di bawah ini merupakan tindakan-tindakan yang berkonsekuensi pada peringatan hingga dicabutnya status sebagai siswa/i SMAIT Insan Cendekia Madani Gunung Geulis, Bogor, yaitu;

1)   Melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain bahkan nama baik sekolah.

2)   Mengambil barang milik orang lain tanpa izin pemiliknya.

3)   Keluar dari sekolah tanpa izin dari pihak sekolah.

4)   Menyakiti  dan  menyerang  orang  lain  dengan  fisik  dalam  bentuk apapun.

5)   Menghina, memfitnah, dan membuka aib orang lain.

6)   Melakukan tindakan asusila, kontak seksual dan pelecehan seksual.

7)   Melakukan tindakan Vandalisme (perusakan fasilitas sekolah)

8)   Melakukan tindakan pornografi dan pornoaksi.

9)  Membawa dan menggunakan barang yang dilarang oleh pihak sekolah seperti Handphone Android, Jam tangan handphone, MP4, Radio (Alat elektronik touchscreen), Alfalink SD Card, Perhiasan yang berlebihan, rokok, miras, minuman bersoda, narkoba dalam jenis dan bentuk apapun.

10) Berjudi atau melakukan tindakan pidana kriminal lainnya didalam dan diluar sekolah.

Ahad, 07 Oktober 2018

Ditulis ulang oleh : Muhammad Rizki

PENDIDIKAN DALAM PANDANGAN ISLAM

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Menurut Langgulung pendidikan Islam tercakup dalam delapan pengertian, yaitu At-Tarbiyyah Ad-Din (Pendidikan keagamaan), At-Ta’lim fil Islamy (pengajaran keislaman), Tarbiyyah Al-Muslimin (Pendidikan orang-orang islam), At-tarbiyyah fil Islam (Pendidikan dalam islam), At-Tarbiyyah ‘inda Muslimin (pendidikan dikalangan Orang-orang Islam), dan At-Tarbiyyah Al-Islamiyyah (Pendidikan Islami). Arti pendidikan Islam itu sendiri adalah pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teori tentang pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori.

Hakikat manusia menurut Islam adalah makhluk (ciptaan) Tuhan, hakikat wujudnya bahwa manusia adalah mahkluk yang perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan. Manusia sempurna menurut Islam adalah jasmani yang sehat serta kuat dan Berketerampilan, cerdas serta pandai. Tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.

BAB II

PEMBAHASAN

1. DEFINISI PENDIDIKAN

A. Definisi Pendidikan Secara Umum

Definisi pendidikan menurut para ahli, diantaranya adalah :

1. Menurut Juhn Dewey, pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup.

2. Menurut H. Horne, pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.

3. Menurut Frederick J. Mc Donald, pendidkan adalah suatu proses atau kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabiat (behavior) manusia. Yang dimaksud dengan behavior adalah setiap tanggapan atau perbuatan seseorang, sesuatu yang dilakukan oleh sesorang.

4. Menurut M.J. Langeveld, pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi adalah setiap pergaulan yang terjadi antara orang dewasa dengan anak-anak merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung.

B. Definisi Pendidikan Menurut Islam

Pendidikan Islam itu sendiri adalah pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teori tentang pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori.

Pengertian pendidikan bahkan lebih diperluas cakupannya sebagai aktivitas dan fenomena. Pendidikan sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental, dan sosial sedangkan pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup, sikap hidup, atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak, yang kedua pengertian ini harus bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam yang bersumber dari al Qur’an dan Sunnah (Hadist).

2. RUANG LINGKUP PENDIDIKAN ISLAM

A. Pendidikan Keimanan

“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya:”hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesengguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang nyata.” (Q.S 31:13)

Bagaimana cara mengenalkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kehidupan anak?

  • Menciptakan hubungan yang hangat dan harmonis (bukan memanjakan)

 

  • Jalin hubungan komunikasi yang baik dengan anak, bertutur kata lembut, bertingkah laku positif.

Hadits Rasulullah : “cintailah anak-anak kecil dan sayangilah mereka…” (H.R Bukhari)

“Barang siapa mempunyai anak kecil, hendaklah ia turut berlaku kekanak-kanakkan kepadanya.” (H.R Ibnu Babawaih dan Ibnu Asakir)

  • Menghadirkan sosok Allah melalui aktivitas rutin

Seperti ketika kita bersin katakan alhamdulillah. Ketika kita memberikan uang jajan katakan bahwa uang itu titipan Allah jadi harus dibelanjakan dengan baik seperti beli roti.

 

  • Memanfaatkan momen religious

Seperti Sholat bersama, tarawih bersama di bulan ramadhan, tadarus, buka shaum bareng.

 

  • Memberi kesan positif tentang Allah dan kenalkan sifat-sifat baik Allah

Jangan mengatakan “ nanti Allah marah kalau kamu berbohong” tapi katakanlah “ anak yang jujur disayang Allah”.

  • Beri teladan

Anak akan bersikap baik jika orang tuanya bersikap baik karena anak menjadikan orang tua model atau contoh bagi kehidupannya.

“Hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”.(Q.S 61:2-3)

  • Kreatif dan terus belajar

 

Sejalan dengan perkembangan anak. Anak akan terus banyak memberikan pertanyaan. Sebagai orang tua tidak boleh merasa bosan dengan pertanyaan anak malah kita harus dengan bijaksana menjawab segala pertanyaannya dengan mengikuti perkembangan anak.

B. Pendidikan Akhlak

Hadits dari Ibnu Abas Rasulullah bersabda: “… Akrabilah anak-anakmu dan didiklah akhlak mereka.”

Rasulullah saw bersabda, : ”Suruhlah anak-anak kamu melakukan shalat ketika mereka telah berumur tujuh tahun dan pukullah mereka kalau meninggalkan ketika mereka berumur sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud)

Bagaimana cara megenalkan akhlak kepada anak :

  • Penuhilah kebutuhan emosinya

Dengan mengungkapkan emosi lewat cara yang baik. Hindari mengekspresikan emosi dengan cara kasar, tidak santun dan tidak bijak. Berikan kasih saying sepenuhnya, agar anak merasakan bahwa ia mendapatkan dukungan.

 

Hadits Rasulullah : “ Cintailah anak-anak kecil dan sayangilah mereka …:” (H.R Bukhari)

 

  • Memberikan pendidikan mengenai yang haq dan bathil

 

“Dan janganlah kamu campur adukan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui .”(Q.S 2:42)

Seperti bahwa berbohong itu tidak baik, memberikan sedekah kepada fakir miskin itu baik.

  • Memenuhi janji

 

Hadits Rasulullah, : ”…. Jika engkau menjanjikan sesuatu kepada mereka, penuhilah janji itu. Karena mereka itu hanya dapat melihat, bahwa dirimulah yang memberi rizki kepada mereka.” (H.R Bukhari)

 

  • Meminta maaf jika melakukan kesalahan
  • Meminta tolong/ mengatakan tolong jika kita memerlukan bantuan
  • Mengajak anak mengunjungi kerabat

 

C. Pendidikan intelektual

 

Menurut kamus Psikologi istilah intelektual berasal dari kata intelek yaitu proses kognitif/berpikir, atau kemampuan menilai dan mempertimbangkan.

 

Pendidikan intelektual ini disesuaikan dengan kemampuan berpikir anak. Menurut Piaget seorang Psikolog yang membahas tentang teori perkembangan yang terkenal juga dengan Teori Perkembangan Kognitif mengatakan ada 4 periode dalam perkembangan kognitif manusia, yaitu:

 

Periode 1, 0 tahun – 2 tahun (sensori motorik)

·         Mengorganisasikan tingkah laku fisik seperti menghisap, menggenggam dan memukul pada usia ini cukup dicontohkan melalui seringnya dibacakan ayat-ayat suci al-Quran atau ketika kita beraktivitas membaca bismillah.

 

Periode 2, 2 tahun – 7 tahun (berpikir Pra Operasional)

·         Anak mulai belajar untuk berpikir dengan menggunakan symbol dan khayalan mereka tapi cara berpikirnya tidak logis dan sistematis.

Seperti contoh nabi Ibrahim mencari Robbnya.

Periode 3, 7 tahun- 11 tahun (Berpikir Kongkrit Operasional)

·      Anak mengembangkan kapasitas untuk berpikir sistematik

Contoh : Angin tidak terlihat tetapi dapat dirasakan begitu juga dengan Allah SWT tidak dapat dilihat tetapi ada ciptaannya.

·      Periode 4, 11 tahun- Dewasa (Formal Operasional)

·         Kapasitas berpikirnya sudah sistematis dalam bentuk abstrak dan konsep

 

D. Pendidikan fisik

 

·         Dengan memenuhi kebutuhan makanan yang seimbang, memberi waktu tidur dan aktivitas yang cukup agar pertumbuhan fisiknya baik dan mampu melakukan aktivitas seperti yang disunahkan Rasulullah, “Ajarilah anak-anakmu memanah, berenang dan menunggang kuda.” (HR. Thabrani)

E. Pendidikan Psikis

 

“Dan janganlah kamu bersifat lemah dan jangan pula berduka cita, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. 3:139)

·         Memberikan kebutuhan emosi, dengan cara memberikan kasih saying, pengertian, berperilaku santun dan bijak.

·         Menumbuhkan rasa percaya diri

·         Memberikan semangat tidak melemahkan

3. DESKRIPSI PENDIDIKAN MENURUT PERSPEKTIF NASIONAL

Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya pedagogis untuk menstranfer sejumlah nilai yang dianut oleh masyarakat suatu bangsa kepada sejumlah subjek didik melalui proses pembelajaran. Sistem nilai tersebut tertuang dalam sistem pendidikan yang dirumuskan dalam dasar-dasar pandangan hidup bangsa itu. Rumusan pandangan hidup tersebut kemudian dituangkan dalam Undang-Undang Dasar dan perundang-undangan. Dalam Undang-Undang Dasar dan perundang-undangan itu pandangan filosofis suatu bangsa di antaranya tercermin dalam sistem pendidikan yang dijalankan.

Bagi bangsa Indonesia, pandangan filosofis mengenai pendidikan dapat dilihat pada tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 paragraf keempat. Secara umum tujuan pendidikan nasional adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian secara terperinci dipertegas lagi dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

BAB III

TUJUAN PENDIDIKAN

1. TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

Rumusan formal konstitusional dalam UUD 1945 maupun dalam GBHN dan Undang-Undang Kependidikan lainnya yang berlaku adalah tujuan normative GBHN 1983 merumuskan tujuan pendidikan nasional sebagai berikut :

“Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan tarhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan , mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa

2. TUJUAN UMUM PENDIDIKAN MANUSIA

A. Hakikat manusia menurut Islam

Manusia adalah makhluk (ciptaan) Tuhan, hakikat wujudnya bahwa manusia adalah mahkluk yang perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan.

            

Dalam teori pendidikan lama, yang dikembangkan didunia barat, dikatakan bahwa perkembangannya seseorang hanya dipengaruhi oleh pembawaan (nativisme) sebagai lawannya berkembang pula teori yang mengajarkan bahwa perkembangan seseorang hanya ditentukan oleh lingkungannya (empirisme), sebagai sintesisnya dikembangkan teori ketiga yang mengatakan bahwa perkembangan seseorang ditentukan oleh pembawaan dan lingkungannya (konvergensi)

Manusia adalah makhluk utuh yang terdiri atas jasmani, akal, dan rohani sebagai potensi pokok, manusia yang mempunyai aspek jasmani, disebutkan dalam surah al Qashash ayat : 77 : “Carilah kehidupan akhirat dengan apa yang dikaruniakan Allah kepadamu tidak boleh melupakan urusan dunia “

B. Manusia Dalam Pandangan Islam

Manusia dalam pandangan Islam mempunyai aspek jasmani yang tidak dapat dipisahkan dari aspek rohani tatkala manusia masih hidup didunia. Manusia mempunyai aspek akal. Kata yang digunakan al Qur’an untuk menunjukkan kepada akal tidak hanya satu macam. Harun Nasution menerangkan ada tujuh kata yang digunakan:

1. Kata Nazara, dalam surat al Ghasiyyah ayat 17 : “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan”

2. Kata Tadabbara, dalam surat Muhammad ayat 24 : “Maka apakah mereka tidak memperhatikan al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?”

3. Kata Tafakkara, dalam surat an Nahl ayat 68 : “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : “buatlah sarang-sarang dibukit-bukit, dipohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat yang dibikin manusia”.

4. Kata Faqiha, dalam surat at Taubah 122 : “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (kemedan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”

5. Kata Tadzakkara, dalam surat an Nahl ayat 17 : “Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan apa-apa? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran”.

6. Kata Fahima, dalam surat al Anbiya ayat 78 : “Dan ingatlah kisah daud dan Sulaiman, diwaktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu”.

7. Kata ‘Aqala, dalam surat al Anfaal ayat 22 : “Sesungguhnya binatang(makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa-pun.

Manusia mempunyai aspek rohani seperti yang dijelaskan dalam surat al Hijr ayat 29 : “Maka Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan kedalamnya roh-Ku, maka sujudlah kalian kepada-Nya”.

3. MANUSIA SEMPURNA MENURUT ISLAM

a. Jasmani Yang sehat Serta Kuat dan Berketerampilan

Islam menghendaki agar orang Islam itu sehat mentalnya karena inti ajaran Islam (iman). Kesehatan mental berkaitan erat dengan kesehatan jasmani, karena kesehatan jasmani itu sering berkaitan dengan pembelaan Islam.

Jasmani yang sehat serta kuat berkaitan dengan ciri lain yang dikehendaki ada pada Muslim yang sempurna, yaitu menguasai salah satu ketrampilan yang diperlukan dalam mencari rezeki untuk kehidupan.

            

Para pendidik Muslim sejak zaman permulaan – perkembangan Islam telah mengetahui betapa pentingnya pendidikan keterampilan berupa pengetahuan praktis dan latihan kejuruan. Mereka menganggapnya fardhu kifayah, sebagaimana diterangkan dalam surat Hud ayat 37 : “Dan buatlah bahtera itu dibawah pengawasan dan petunjuk wahyu kami, dan jangan kau bicarakan dengan aku tentang orang-orang yang zalim itu karena meeka itu akan ditenggelamkan”.

b. Cerdas Serta Pandai

Islam menginginkan pemeluknya cerdas serta pandai yang ditandai oleh adanya kemampuan dalam menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat, sedangkan pandai di tandai oleh banyak memiliki pengetahuan dan informasi. Kecerdasan dan kepandaian itu dapat dilihat melalui indikator-indikator sebagai berikut :

a) Memiliki sains yang banyak dan berkualitas tinggi.

b) Mampu memahami dan menghasilkan filsafat.

c) Rohani yang berkualitas tinggi.

Kekuatan rohani (tegasnya kalbu) lebih jauh daripada kekuatan akal. Karena kekuatan jasmani terbatas pada objek-objek berwujud materi yang dapat ditangkap oleh indera.

Islam sangat mengistemewakan aspek kalbu. Kalbu dapat menembus alam ghaib, bahkan menembus Tuhan. Kalbu inilah yang merupakan potensi manusia yang mampu beriman secara sungguh-sungguh. Bahkan iman itu, menurut al Qur’an tempatnya didalam kalbu.

4. TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM (KHUSUS)

 

Menurut Abdul Fatah Jalal, tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.

Islam menghendaki agar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah. Tujuan hidup menusia itu menurut Allah ialah beribadah kepada Allah. Seperti dalam surat a Dzariyat ayat 56 : “ Dan Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku”.

Jalal menyatakan bahwa sebagian orang mengira ibadah itu terbatas pada menunaikan shalat, shaum pada bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat, ibadah Haji, serta mengucapkan syahadat. Tetapi sebenarnya ibadah itu mencakup semua amal, pikiran, dan perasaan yang dihadapkan (atau disandarkan) kepada Allah. Aspek ibadah merupakan kewajiban orang islam untuk mempelajarinya agar ia dapat mengamalkannya dengan cara yang benar.

Ibadah ialah jalan hidup yang mencakup seluruh aspek kehidupan serta segala yang dilakukan manusia berupa perkataan, perbuatan, perasaan, pemikiran yang disangkutkan dengan Allah.

Menurut al Syaibani, tujuan pendidikan Islam adalah :

1. Tujuan yang berkaitan dengan individu, mencakup perubahan yang berupa pengetahuan, tingkah laku masyarakat, tingkah laku jasmani dan rohani dan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki untuk hidup di dunia dan di akhirat.

2. Tujuan yang berkaitan dengan masyarakat, mencakup tingkah laku masyarakat, tingkah laku individu dalam masyarakat, perubahan kehidupan masyarakat, memperkaya pengalaman masyarakat.

3. Tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu, sebagai seni, sebagai profesi, dan sebagai kegiatan masyarakat.

      

Menurut al abrasyi, merinci tujuan akhir pendidikan islam menjadi

1. Pembinaan akhlak.

2. menyiapkan anak didik untuk hidup dudunia dan akhirat.

3. Penguasaan ilmu.

4. Keterampilan bekerja dalam masyrakat.

Menurut Asma hasan Fahmi, tujuan akhir pendidikan islam dapat diperinci menjadi;

1. Tujuan keagamaan.

2. Tujuan pengembangan akal dan akhlak.

3. Tujuan pengajaran kebudayaan.

4. Tujuan pembicaraan kepribadian.

Menurut Munir Mursi, tujuan pendidikan islam menjadi :

1. Bahagia di dunia dan akhirat.

2. menghambakan diri kepada Allah.

3. Memperkuat ikatan keislaman dan melayani kepentingan masyarakat islam.

4. Akhlak mulia.

BAB IV

PENUTUP

KESIMPULAN

            

Dari pembahasan diatas, maka dapat penulis simpulkan bahwa tujuan pendidikan islam pada intinya adalah :

            

Terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.

Ilmu dalam perspektif Islam bukan hanya mempelajari masalah keagamaan (akhirat) saja, tapi juga pengetahuan umum juga termasuk. Orang Islam dibekali untuk dunia akhirat, sehingga ada keseimbangan. Dan ilmu umum pun termasuk pada cabang (furu’) ilmu agama.

            

Dan umat Islam sempat merasakan puncak keemasannya, dimana disaat bangsa Eropa mengidap penyakit hitam, umat islam sudah menemukan sabun, di saat jalan-jalan di Eropa kumuh, gelap, tidak teratur, umat islam sudah punya jalan-jalan yang indah, penerangan, bahkan sistem irigasi yang sudah maju

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Tafsir., Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam., PT. Remaja Rosdakarya., Bandung, 2001

Nur Uhbiyati., Ilmu Pendidikan Islam., CV. Pustaka Setia., Bandung, 1998

Ahmad Hanafi, M.A., Pengantar Filsafat Islam, Cet. IV, Bulan Bintang, Jakarta, 1990.

Prasetya, Drs., Filsafat Pendidikan, Cet. II, Pustaka Setia, Bandung, 2000

Abuddin Nata, M.A., Filsafat Pendidikan Islam, Cet. I, Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1997

Zuhairini. Dra, dkk., Filsafat Pendidikan Islam, Cet.II, Bumi Aksara, Jakarta, 1995.

Ali Saifullah H.A., Drs., Antara Filsafat dan Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya, 1983.

Tilaar, Prof. Dr., 2004, Manajemen Pendidikan Nasional, PT. Remaja Rosdakarya., Bandung

H. A. Yunus, Drs., S.H., MBA. Filsafat Pendidikan, CV. Citra Sarana Grafika. Bandung. 1999.